Paiton Energy - POMI: Dorong UMKM Probolinggo "Naik Kelas" Lewat Sertifikasi Halal
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
12 Februari 2026
Berita Artikel
KABUPATEN PROBOLINGGO – Sinergi dalam membangun kemandirian ekonomi lokal kembali ditunjukkan oleh PT Paiton Energy dan PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (POMI). Melalui inisiatif penguatan kapasitas, sebanyak 30 pelaku UMKM binaan kini dipersiapkan untuk menembus pasar yang lebih luas—baik di skala regional maupun nasional.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Fasilitasi Sertifikasi Halal yang digelar pada Kamis (29/1) di Recreation Hall POH 1, Probolinggo. Para peserta yang hadir merupakan representatif dari berbagai sektor strategis, mulai dari kuliner, olahan pangan, hingga produk konsumsi harian.
Bukan Sekadar Pelatihan Tradisional
Bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo, program ini didesain secara komprehensif. Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pendampingan langsung yang meliputi:
-
Legalitas Bisnis: Percepatan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan PIRT.
-
Standardisasi Produk: Sosialisasi regulasi sertifikasi halal terbaru dan asistensi penyusunan dokumen.
-
Akselerasi Pemasaran: Pembekalan teknik copywriting dan fotografi produk untuk meningkatkan daya pikat visual di pasar digital.
Membangun Fondasi Ekonomi yang Kokoh
Head of External Relations PT Paiton Energy, Bambang Jiwantoro, menegaskan bahwa legalitas usaha adalah kunci utama bagi UMKM agar lebih kompetitif.
"Kami ingin membantu UMKM memiliki kelengkapan usaha yang solid. UMKM yang tertata dengan baik akan menjadi mesin penggerak ekonomi lokal yang tangguh," ujarnya.
Hal senada diungkapkan oleh Human Capital Facilities and Community Manager PT POMI, Rochman Hidayat. Ia menekankan bahwa sertifikat halal, NIB, dan PIRT adalah fondasi bagi pelaku usaha untuk bisa "naik kelas" secara sistematis dan berkelanjutan.
Dampak Nyata bagi Pelaku Usaha
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha, salah satunya Sumiani dari PKL Sukodadi Paiton. Bagi Sumiani, edukasi ini membuka wawasan baru mengenai standar kualitas produk. "Poin utamanya adalah menjaga kualitas. Ini prinsip yang akan saya pegang agar usaha saya bisa terus berkembang ke depannya," tuturnya optimis.
Komitmen ESG dan Konsep Pentahelix
Paiton Energy – POMI tidak bergerak sendiri. Dalam menjalankan program Environmental, Social, and Governance (ESG), perusahaan konsisten mengusung Konsep Pentahelix. Ini adalah kolaborasi harmonis yang melibatkan lima elemen kunci:
-
Pemerintah
-
Masyarakat
-
Akademisi
-
Pelaku Usaha
-
Media
Sejak tahun 2000, komitmen CSR Paiton Energy telah dirancang dengan fokus pada tiga pilar keberlanjutan: operasional pembangkit, sosial ekonomi masyarakat, serta kelestarian energi dan lingkungan.
Sebagai pionir Independent Power Producer (IPP) terbesar di Indonesia, Paiton Energy (yang dimiliki oleh RATCH Group, Nebras Power, dan MDES) terus membuktikan bahwa operasional bisnis yang sukses harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat di sekitarnya.


