Jl. Pahlawan No.102-108, Alun-alun Contong, Kec. Bubutan, Kota SBY, Jawa Timur 60174 bappeda@jatimprov.go.id
×
Pilih Bahasa
Indonesia
English
Melayu
Japanese
Korean
French
German
Russian
Arabic
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Spanish
Italian
Rangkaian Benchmarking CSR: Kemen PPN/Bappenas dan Bappeda Jatim Tinjau Praktik Baik Pembibitan Mangrove PGN SAKA di Gresik
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Rangkaian Benchmarking CSR: Kemen PPN/Bappenas dan Bappeda Jatim Tinjau Praktik Baik Pembibitan Mangrove PGN SAKA di Gresik

22 Mei 2026 Dibaca : 36 kali

GRESIK — Kelanjutan dari rangkaian kegiatan Benchmarking Integrasi Program Corporate Social Responsibility (CSR) Provinsi Jawa Timur. Pada Rabu (20/05/2026), rombongan tim dari Kementerian PPN/Bappenas, Bappeda Provinsi Jawa Timur, serta Pengurus Forum CSR Jatim melakukan studi lapangan ke lokus best practice pengelolaan lingkungan hidup di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Kunjungan lapangan ini berfokus untuk meninjau secara langsung Pusat Pembibitan Mangrove skala besar yang diinisiasi oleh PGN SAKA, perusahaan yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Forum CSR Jawa Timur. Rangkaian ini merupakan tindak lanjut konkret setelah sehari sebelumnya (19/05) seluruh pihak mematangkan strategi sinkronisasi pembiayaan pembangunan Non-APBN di Kantor Bappeda Jatim guna mendukung agenda RPJMN 2025-2029 dan RKP 2027.

Di lokasi tersebut, rombongan disuguhi keberhasilan tata kelola lingkungan pesisir yang terintegrasi. Pusat pembibitan ini tidak sekadar menjadi area penghijauan, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem konservasi yang mampu memproduksi bibit mangrove berkualitas tinggi dalam volume besar untuk mendukung pemulihan dan pelestarian kawasan pantai di wilayah utara Jawa Timur. Program lingkungan yang dijalankan oleh PGN SAKA di Desa Banyuurip ini menjadi contoh nyata bagaimana dana non-pemerintah dapat dikelola secara berkelanjutan dan memberikan dampak ekologis yang masif, selaras dengan program pembangunan hijau (green development) yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Selain melihat proses pembibitan dari dekat, Tim Biro Perencanaan, Organisasi dan Tata Laksana Kementerian PPN/Bappenas juga berdialog dengan komunitas pengelola lokal. Bappenas mengapresiasi pola pemberdayaan masyarakat yang melekat pada program CSR ini, di mana kelestarian hutan mangrove berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi para nelayan sekitar melalui program-program turunan seperti budidaya dan pembinaan UMKM lokal.

Data dan hasil pengamatan dari lapangan ini nantinya akan dihimpun oleh Kementerian PPN/Bappenas sebagai materi kajian nasional. Keberhasilan sinergi Forum CSR Jatim di Kabupaten Gresik ini dapat dijadikan pembelajaran (lesson learned) dalam menyusun integrasi pembiayaan pembangunan nasional demi mewujudkan sasaran pembangunan yang berkelanjutan (SDGs) di masa depan.