skip to content

Nestlé Indonesia Resmikan Kandang Tertutup dan Serahkan 90 Sapi Perah Impor - CSR Jawa Timur

Nestlé Indonesia Resmikan Kandang Tertutup dan Serahkan 90 Sapi Perah Impor

on 22 Juli 2026

PASURUAN – Sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan dan modernisasi peternakan di Indonesia, PT Nestlé Indonesia resmi menyerahkan bantuan 90 ekor sapi perah impor serta mengimplementasikan sistem kandang tertutup (Closed-Barn). Agenda yang berlangsung pada Selasa (21/7) ini ditujukan untuk tiga koperasi di Jawa Timur, yakni KUD Dadi Jaya Purwodadi (Pasuruan), Koperasi SAE Pujon (Malang), dan KUD Sumber Makmur Ngantang (Malang).

Apresiasi Pemerintah atas Kemitraan Lima Dekade

Serah terima bantuan ini turut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, serta Bupati Pasuruan, H. Mochamad Rusdi Sutejo. Dalam sambutannya, Wamenko Pangan Hanif Faisol memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi Nestlé Indonesia yang telah melampaui lima dekade mendampingi peternak lokal. Menurutnya, langkah ini menjadi contoh nyata integrasi industri dengan pemberdayaan masyarakat.

Investasi Berkelanjutan untuk Sektor Persusuan

Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, menjelaskan bahwa dukungan perusahaan terus bertransformasi menyesuaikan kebutuhan para peternak modern. Selain penyerahan sapi perah impor, penerapan teknologi Closed-Barn menjadi fokus utama untuk meningkatkan performa usaha peternak.

  • Fasilitas Closed-Barn: Nestlé Indonesia telah mendukung pembangunan lebih dari 50 unit Closed-Barn yang tersebar di enam wilayah Jawa Timur (Malang, Pasuruan, Probolinggo, Ponorogo, Jombang, dan Blitar).

  • Serapan Nilai Ekonomi: Setiap tahunnya, Nestlé Indonesia menyerap susu segar dari peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur dengan nilai mencapai lebih dari US$ 60 juta.

  • Ekspansi Wilayah: Berbekal kesuksesan di Jawa Timur, sejak 2022 program pendampingan serupa mulai diekspansi ke Jawa Tengah melalui Central Java Milk District Program.

Mendorong Ketahanan Pangan Nasional

Melalui dukungan teknis dari tim Milk Procurement & Dairy Development (MPDD), Nestlé Indonesia terus memfasilitasi akses teknologi, penguatan kapasitas koperasi, hingga edukasi tata kelola peternakan yang berkelanjutan. Fajar menegaskan bahwa masa depan sektor persusuan nasional sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. "Kami percaya sinergi yang erat antara pemerintah, koperasi, peternak, dan pelaku industri akan menciptakan ekosistem persusuan yang lebih tangguh, berdaya saing, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Indonesia," pungkasnya.

top