Jl. Pahlawan No.102-108, Alun-alun Contong, Kec. Bubutan, Kota SBY, Jawa Timur 60174 bappeda@jatimprov.go.id
×
Pilih Bahasa
Indonesia
English
Melayu
Japanese
Korean
French
German
Russian
Arabic
Chinese (Simplified)
Chinese (Traditional)
Spanish
Italian
Program MASDARSA Petrokimia Gresik Sukses Kelola 6,4 Ton Sampah
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Program MASDARSA Petrokimia Gresik Sukses Kelola 6,4 Ton Sampah

22 Januari 2026 Dibaca : 105 kali

GRESIK – PT Petrokimia Gresik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berhasil mencatatkan transformasi signifikan dalam pengelolaan lingkungan di Kelurahan Tlogopojok, wilayah Ring 1 perusahaan. Melalui inisiasi program MASDARSA (Masyarakat Sadar Pengelolaan Sampah), tantangan struktural sampah yang semula menjadi beban wilayah, kini berhasil dikonversi menjadi sumber daya ekonomi yang produktif dan bernilai jual bagi masyarakat setempat.

Program ini berfokus pada pendampingan melalui penguatan kapasitas 19 bank sampah dengan melibatkan total 105 pengurus melalui intervensi program yang komprehensif. Tidak hanya menyediakan sarana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta dukungan dana operasional, Petrokimia Gresik juga memperkenalkan sistem logbook pencatatan yang disiplin untuk memastikan konsistensi operasional. Langkah ini diikuti dengan penataan ulang manajemen bank sampah dan sosialisasi masif di tingkat RT guna mendorong regenerasi pengurus yang lebih segar dan kompeten.

Capaian program MASDARSA pada periode 2024–2025 menunjukkan hasil yang impresif, di mana masyarakat berhasil mengelola 6,4 ton sampah dengan total penjualan mencapai Rp27 juta. Selain sampah anorganik, program ini juga merambah ke pengelolaan organik melalui produksi 156 liter eco-enzyme, serta integrasi kemandirian pangan melalui budidaya ikan dalam ember (budikdamber) dan hidroponik. Hasilnya, warga mampu memanen 36 kg lele dan secara rutin memasok sayur hidroponik hingga produk frozen food lele ke pasar.

Dampak program ini tidak hanya terlihat dari sisi angka, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat. Sebanyak 40% pengurus kini telah memiliki keterampilan teknis memilah sampah yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas lingkungan permukiman. Keberhasilan ini pun mendapatkan legitimasi melalui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang mencapai skor 83,34. Angka tersebut menempatkan program MASDARSA dalam kategori "Baik", sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata.